Cara Riset Keyword Blog Dengan Semrush & Ahrefs

Cara Riset Keyword
Cara Riset Keyword Blog Untuk Pemula
March 9, 2020
Belajar SEO
Step by Step Belajar SEO untuk Pemula
April 12, 2020

Cara Riset Keyword Blog Dengan Semrush & Ahrefs

Semrush

Semrush

Diantara satu dari sekian banyak tools untuk keyword research, Ahrefs & Semrush masih mendominasi dan menjadi salah satu yang sering diperbincangkan di dunia SEO. Selain fitur keyword research, keduanya juga menyajikan beberapa fitur unggulan lainnya seperti traffic analytic, backlink research, competitor research dan masih banyak lainnya. Namun saat ini kita akan fokuskan pembahasan pada area keyword research yang tersedia pada Ahrefs dan Semrush.

Meski sama-sama menghadirkan fitur keyword research, Ahrefs & Semrush memiliki perbedaan yang mencolok. Salah satu yang paling kentara adalah click ratio, fitur yang tidak akan anda jumpai di Semrush. Fitur ini berfungsi untuk menentukan seberapa besar prosentase click yang akan didapat ketika keyword tersebut sudah masuk di top 10 Google, atau bahkan ketika masih di rank 20. Dengan hadirnya fitur tersebut maka kita bisa memprediksi rasio click yang akan kita dapat baik ketika keyword tersebut masih ada di atas page 10 atau bahkan ketika sudah masuk top 5.

Lain halnya dengan Semrush, meski tidak menyediakan fitur tersebut Semrush menyediakan fitur alternatif lain yang juga sama-sama membantu proses riset keyword yakni fitur trend. Sama halnya dengan fitur yang bisa anda jumpai pada Google trends, Semrush akan memunculkan trend keyword tersebut dari masa ke masa. Tentunya fitur tersebut sangat membantu untuk meningkatkan akurasi traffic yang dihasilkan oleh suatu keyword. Meski sekilas mirip dengan Google trend, namun algoritma yang digunakan berbeda dengan Google trends, hal tersebut dapat dilihat ketika kita mencocokkan data keyword pada Semrush & Google, data yang ditampilkan pada keduanya terlihat sangat berbeda.

Baca Juga : Cara Riset Keyword Untuk Pemula

Baik Ahrefs dan Semrush dapat digunakan untuk riset keyword blog, Google, Youtube, Google Adwords paling jitu. Keduanya merupakan tool untuk riset keyword yang paling populer saat ini. Meski mungkin bukan yang terbaik namun setidaknya hasil yang ditampilkan cukup memuaskan dan sangat membantu untuk menganalisa traffic & conversion yang akan didapat.

Lalu, bagus mana Ahrefs atau Semrush?

Jawaban dari pertanyaan ini tentu sangat subjektif, tergantung kebutuhan dan tergantung sejauh mana anda menggunakannya. Namun saya sendiri cenderung lebih memfavoritkan Ahrefs. Meski demikian, Untuk menghadirkan kesimpulan yang komprehensif alangkah baiknya jika anda menggunakan kedua tool tersebut atau bahkan beberapa tools yang lain juga untuk mendapatkan hasil perbandingan yang lebih obyektif.

Bagaimana Cara Riset Keyword Dengan Semrush?

Jika anda pengguna pertama Semrush, atau belum cukup familiar dengan Semrush, maka anda tidak perlu panik karena tool ini cuku mudah digunakan. Cara riset keyword dengan Semrush yang pertama dalah dengan membuka Semrush.com kemudian arahkan kursor ke “keyword magic tool” setelah itu input keyword yang ingin anda riset. Dalam hal ini kita akan menjajal untuk meriset keyword “asuransi”

Seperti yang terlihat pada gambar, keyword asuransi memiliki long tail atau keyword turunan yang cukup banyak disertai trends yang cukup baik. Meski demikian, keyword difficulties atau tingkat kesulitan dari keyword ini terlihat cukup sulit.

Dalam hal ini saya sudah mendapatkan keyword yang saya inginkan, yakni “asuransi kesehatan terbaik di Indonesia” dengan search volume 720 dan trending keyword yang cukup baik disertai keyword difficulties 79.31%.  Namun saya masih penasaran dengan beberapa parameter lain yang ingin saya ketahui seperti click ratio, maka saya akan mencoba Ahrefs juga untuk sama-sama membandingkan hasil yang akan ditampilkan. Di Ahrefs search volume dari keyword tersebut yakni 600, keyword difficulties 4 dan click rationya 81%. Dengan click ratio yang tinggi besar kemungkinan keyword ini memiliki potensi click, traffic & conversion yang juga sama-sama tinggi. Bahkan, dengan click ratio demikian keyword seperti ini berpotensi mendapatkan traffic, sekalipun posisinya masih di rank 20an.

Kesimpulannya, kedua tools tersebut sama-sama keren. Satu sama lain bisa saling melengkapi untuk kebetuhan SEO keyword Research. Lebih dari itu, keduanya juga memiliki fitur untuk menganalisa off page & on page SEO factors. Meski biaya langgananya terbilang mahal namun hasil yang ditampilkan terbilang memuaskan.

Leave a Reply